Story 1

Karena gue suka sama komik school life, makanya gue bikin cerpen ini :)
enjoy n no copy please

Harry Potter di Sekolah

Hari ini adalah hari pertama sekolah. New life in High School. Gue yang datengnya jam 7, padahal masuk jam 7.15, buru-buru ke kelas dan pilih tempat duduk. Gue Abi. Ya, waktu SMP gue dikenal sebagai cewek tomboy yang jago futsal. Sahabat gue namanya Mika ( bukan plastik mika itu lho!). Kepribadian gue dan Mika mirip-mirip gimanaaa gitu. Mika dan gue orangnya sama-sama heboh.

Tapi hari ini beda. Gue belom liat Mika. Biasanya dia selalu dateng lebih cepet dari gue. Waktu mau tidur di kelas, tiba-tiba ada yang mukul meja gue. BRAAK!! Ternyata Mika. Dia ngos-ngosan banget. "I..Itu.. Ada Harry Potter!" katanya. Mika emang fans Harry Poter sejati. Ha? Harry Potter? Gue ga nanggepin omongan Mika. "Yaudah yuk, ke lapangan! Upacara nih!" kata gue sambil pake topi dan lari ke arah lapangan. Karena buru-buru, gue nabrak seseorang. Bahkan gue sampe mental dan nempel di tembok. Kepala gue kejedot. Auww sakit banget gila.

"Maaf, kamu ngga apa-apa?" tanya orang itu. Dia pake kacamata bulet dan pake baju dokter gimana gitu. Oh, jadi ini petugas UKS sekolah yang baru?. Apa jangan-jangan ini dia Harry Potter yang Mika maksud? "Iya, saya gapapa, maaf ya," kata gue yang langsung lari (gasopan sih -_- jangan ditiru sodara-sodara)

Mika kayaknya jadi nempel terus sama petugas itu. Namanya Tian. Bahkan dia pernah sengaja jatuh biar diobatin.. Duh, gue sih ogah ya. Cie, akhirnya Mika menemukan seseorang yang berarti. Tapi, tunggu dulu.. Kok lama-lama pedih ya ngeliat mereka? Kayak ada yang nyeri dan sakit menusuk-nusuk gitu.

Di bulan Desember, sekolah mengadakan lomba futsal antar kelas. Gue, yang biasa jadi penyerang, sekarang jadi keeper. Bisa sih, tapi.. Resiko jatuh lebih besar dan kalo jatuh, harus ketemu sama Harry nya Mika. Oh tidak!! Ada bola yang menuju sini. Mina, kakak kelas gue yang judesnya setengah dewa, nendang kenceng banget. Akhirnya bola berhasil gue tangkep. Tapi.. Gue jadi jatuh dan ga bisa berdiri.

Akhirnya, dengan dipapah Mika dan Lina, gue menuju ke ruang kesehatan. Tok! Tok! Mika mengetuk pintu.  "Iya, siapa yang sakit?" tanya kak Tian. Hoho.. Every girls call him "Kak", jadi wajar lah kalo gue membaur. "Abi, kak," kata Lina. "Duh, gue gapapa, masih bisa jalan kok," kata gue. Tapi, waktu gue mau jalan keluar, gue jatuh. Untung ditangkep sama kak Tian, kalo enggak luka di lutut gue ini tambah parah.

"Begini kok ga apa-apa? Ayo masuk. Kalian bisa kembali ke lapangan," kata kak Tian. Mika sempat melambai ke arah kak Tian, gue jadi ngakak ngeliatnya. Akhirnya gue duduk di kursi, dan dia ngambil peralatan untuk ngobatin luka gue. Kaki gue diperban, dan dia ngelarang gue balik ke lapangan karena gue harus istirahat.

Mungkin karena suasana yang sunyi senyap, akhirnya kita ngobrol. "Kamu Abi, temennya Mika kan?" tanya kak Tian. Gue ngangguk. "Sebenernya.. Saya mau nanya," katanya. "Nanya apa?" jawab gue ga terlalu tertarik (pura-pura ga tertarik sih). "Emang muka saya ini mirip Harry Potter ya?" tanya kak Tian. Spontan gue langsung ngamatin mukanya. Putih, rada bule, pake kacamata bulet, cakep.. Ya, mirip dikit laah..

Tapi bukannya jawab gue malah ngakak setelah liat mukanya. Duh, polos banget nih orang. "Iya kok. Ciee, kenapa nih? Pasti karena Mika yang selalu nyamperin kakak," jawab gue. Gue dag dig dug nunggu jawabannya. "Gak, cuma nanya aja kok," katanya.

"Udah berapa lama sahabatan sama Mika?"
Kok Mika mulu sih yang ditanya?
"Udah cukup lama sih,"

Ya begitulah.. Dan gue sadar lama-lama gue suka sama dia. Setelah 3 tahun, akhirnya gue lulus. Waktu wisuda, tiba-tiba dia narik gue ke ruangannya. "Duh, apaan sih kak?" tanyaku. "Abi, kamu ngerasa apa selama 3 tahun ini?" tanyanya. Gue diem aja, gabisa jawab. "Mika cerita semuanya. Katanya, ada kemungkinan kamu suka saya," sahut kak Tian.

JLEB! Gile, gue gugup seketika.. "Ayo, Abi, ngaku aja deh!" Tiba-tiba Mika muncul dari balik meja. "Gue kira selama ini kalian-" kataku terputus. "Oh, gue jadi secret agentnya kak Tian, jadi selama 3 tahun ini kita merhatiin lu pada.. Duh susah banget sih nyatuin kalian? Yaudah, kan udah lulus, kaga ada halangan, silakan dilanjutkan deh. Gue keluar duluan. Kak Tian, berjuang ya!" seru Mika sambil keluar ruangan. "Ini ada apa sih sebenernya?" tanya gue.

"Yapp.. Sejak peristiwa tabrakan itu, saya selalu nyari cewek teledor dan pecicilan yang nabrak saya. Tapi, lama-kelamaan, saya jadi suka deh sama kamu. Teru, suka itu berubah jadi cinta deh.. Jadi, kan kamu udah lulus.. Will u be my girl?" tanyanya.

Aku menjawab pernyataannya itu dengan sebuah senyum bahagia.

~ The End ~

Oke, gue tau bagi masyarakat Indonesia cerita ini gak masuk akal. Tapi hampir di setiap komik ( yang gue liat) selalu ada cerita beginian.. Antara si A dengan si B.. Gue yang suka cerita school life jadi pengen bikin cerita ginian.. Mohon di kritik dan saran yaa... ^_^

3 comments:

  1. ceritanya bagus kok . tp curhatnya jujur banget hehe . jadi buat ketawa dikit

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha thanks masukannya :)
      waow jujur di bagian mananya? hahahaa

      Delete
  2. minta twit dong . sama no hp :-) .

    ReplyDelete