Wednesday, October 16, 2013

Rangkuman Sejarah : Kerajaan Kediri, Singasari, Bali, Pajajaran, Majapahit

KERAJAAN KEDIRI
Wilayah kekuasaan kerajaan Kediri dibagi menjadi 2, yaitu :
1.Kerajaan Kediri ( Panjalu )
Ibukota : Daha ( Dahanapura ), diperintah oleh Jayawarsa, terletak di tepi sungai Brantas
2.Kerajaan Jenggala
Ibukota : Kahuripan, diperintah oleh Jayengrana

Wilayah kekuasaan kerajaan Kediri meliputi Madiun dan bagian barat kerajaan Medang Kamulan.

Sumber Sejarah
1.Prasasti : Prasasti Sirah Keting, Prasasti Ngantang, Prasasti Jaring,Prasasti Kamulan, dan prasasti yang di temukan di Tulungagung dan Kertosono mengenai keagamaan.
2.Berita asing : Sebagian besar diperoleh dari berita Cina yang merupakan kumpulan cerita dari para pedagang Cina yang melakukan perdagangan di kerajaan Kediri.
-Chu Fan Chi karangan Chu Ju Kua

Kehidupan Politik
Raja-raja yang memerintah :
a.Raja Jayawarsa
Pada masa pemerintahannya, Raja Jayawarsa memberikan hadiah kepada rakyat desa sebagai tanda penghargaan, karena rakyat desa telah berjasa kepada raja.
b.Raja Bameswara
Pada masa pemerintahannya, Raja Bameswara banyak meninggalkan prasasti yang memuat masalah-masalah keagamaan.
c.Raja Jayabaya
Di bawah pemerintahannya, kerajaan Kediri mencapai masa kejayaan. Raja Jayabaya juga terkenal sebagai ahli ramal yang mana ramalannya dikumpulkan dalam kitab Jongko Joyoboyo.
d.Raja Saweswara dan Raja Aryeswara
Tidak diketahui.
e.Raja Gandra
Dapat diketahui dari prasasti Jaring, yang mengenai penggunaan nama hewan dalam kepangkatan seperti nama gajah, kebo, dan tikus.
f.Raja Kameswara
Seni sastranya mengalami perkembangan yang sangat pesat. Empu Dharmaja mengarang Smaradhana.
g.Raja Kertajaya
Raja terakhir dari kerajaan Kediri. Pada masa pemerintahannya, kestabilan kerajaan menurun dikarenakan raja Kertajaya bermaksud mengurangi hak-hak kaum Brahmana. Tentu keadaan ini ditentang karena kedudukan kaum Brahmana semakin tidak aman. Kaum Brahmana meminta bantuan ke Tumapel yang diperintah oleh Ken Arok. Raja Kertajaya kemudian menyiapkan pasukan dan menyerang Tumapel. Ken Arok dengan bantuan Brahmana melakukan serangan ke kerajaan Kediri. Kerajaan Kediri kalah dan menjadi daerah bawahan kerajaan Tumapel.

KERAJAAN SINGASARI
Terletak di daerah pegunungan subur di wilayah Malang.

Sumber Sejarah :
1.Kitab Pararaton
2.Kitab Negarakertagama
3.Prasasti-prasasti
4.Berita dari Cina
5.Peninggalan-peninggalan purbakala.

Kehidupan Politik
a.Raja Ken Arok
Raja pertama kerajaan Singasari dan dinastinya bernama Girindrawangsa yang bertujuan menghilangkan jejak tentang siapa sebenarnya Ken Arok dan mengapa ia berhasil mendirikan kerajaan. Secara tragis, dia dibunuh oleh kaki tangan Anusapati, anak tirinya.
b.Raja Anusapati
Ia tidak melakukan pembaruan-pembaruan, melainkan ia terlarut dalam kegemarannya yaitu menyabung ayam. Ia dibunuh oleh Raja Tohjaya.
c.Raja Tohjaya
Raja Tohjaya dituntut oleh Ranggawuni hak atas tahta kerajaan. Akhirnya Ranggawuni yang dibantu Mahesa Cempaka dan Lembu Ampal berhasil merebut tahta kerajaan.
d.Raja Wisnuwardhana
Ranggawuni naik tahta dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardhana dengan dibantu Mahesa Cempaka dengan gelar Narasinghamurti sebagai permasuri. Mereka mengangkat putra mereka, Kertanegara, sebagai raja muda dengan tujuan mempersiapkannya menjadi raja besar di kerajaan tersebut.
e.Raja Kertanegara
Merupakan raja terakhir. Kerajaan Singasari mencapai masa kejayaannya.
Politik Dalam Negeri
Dalam rangka mewujudkan stabilitas politik, raja Kertanegara menempuh jalan berikut :
~Mengadakan pergeseran pembantu-pembantunya seperti Mahapatih Raganata digantikan oleh Aragani.
~Berbuat baik terhadap lawan-lawan politiknya
~Memperkuat angkatan perang
Politik Luar Negeri
Raja Kertanegara berupaya mempersatukan seluruh nusantara di bawah panji Kerajaan Singasari. Untuk mencapai cita-cita tersebut, ia menempuh cara-cara :
~Melaksanakan ekspedisi Pamalayu
~Menguasai Bali
~Menguasai Jawa Barat
~Menguasai Pahang (Malaya) dan Tanjung Pura (Kalimantan)

Raja Kertanegara meninggal akibat serangan Raja Jayakatwang dari kerajaan Kediri.

KERAJAAN BALI
Lokasi Kerajaan
Terletak di satu pulau kecil yang tidak jauh dari Jawa Timur.

Sumber Sejarah
1.Prasasti : Prasasti Sanur dan Prasasti Calcuta, India.
2.Bangunan candi : Kompleks Candi Gunung Kawi (Tampak Siring)

Kehidupan Politik

a.Raja Sri Kesari Warmadewa
Raja pertama dan pendiri kerajaan Bali. Ia memiliki istana di Singhadwala.
b.Raja Ugrasena
Pusat pemerintahannya terletak di Singhadwala.
c.Raja Tabanendra Warmadewa
Ia memerintah bersama permaisurinya yang bernama Sang Ratu Luhur Subhadrika Dharadewi.
d.Raja Jayasingha Warmadewa
Bentuk sistem pemerintahan dan keadaan kerajaan tidak dapat diketahui dengan pasti.
e.Raja Jayasadhu Warmadewa
Masa pemerintahan tidak diketahui dengan pasti.
f.Sri Maharaja Sri Wijaya Mahadewi
Tahun 983M, Kerajaan Bali diperintah oleh raja putri. Asal-usul putri ini tidak pernah diketahui jelas, tetapi ada ahli yang menafsirkan bahwa ia adalah Raja Mpu Sindok.
g.Dharma Udayana Warmadewa
Kerajaan Bali diperintah oleh Dharma Udayana Warmadewa dan permaisurinya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni).
h.Raja Marakata
Sistem dan bentuk pemerintahannya tidak diketahui dengan jelas.
i.Raja Anak Wungsu
Ia adalah raja Bali yang berhasil mempersatukan seluruh wilayah Bali. Pada masa pemerintahannya,  kehidupan rakyat aman dan sejahtera. Disamping itu sudah terdapat kelompok-kelompok pekerja di dalam masyarakat sebagai berikut:
~Pandai besi, emas, dan tembaga.
~Tukang kayu, bangunan rumah, dan sebagainya.
~Golongan pedagang dan saudagar.
j.Raja Jayasakti
Pemerintahannya tidak terlalu jelas diketahui.
k.Raja Bedahulu
Raja terakhir yang memerintah kerajaan Bali. Kerajaan Bali pada akhirnya menjadi bagian dari kerajaan Majapahit.

KERAJAAN PAJAJARAN
Kerajaan Panjajar berkuasa di Jawa Barat,tetapi tidak pernah diketahui dengan pasti pusat pemerintahannya.

Sumber sejarah
Prasasti:Prasasti Rakryan Juru Pangambat,Prasasti Horen,Prasasti Citasih,Prasati Astanagede.
Cerita Kitab:Kitab Carita Kidung Sundayana Dan Kitab Carita Parahyangan.

Kehidupan Politik
Raja-raja yang pernah memerintah kerajaan Pajajaran:
a.Maharaja Jayabhupati
Ia menyebut dirinya Haji-ri-Sunda yang bertujuan untuk mayakinkan kedudukannya sebagai raja Kerajaan Pajajaran, ia memeluk agama Hindu beraliran Waisnawa.
b.Rahyang Niskala Wastu Kencana
Raja ini menggantikan Raja Maharaja Jayabhupati
Rahyang Dewa Niskala
Tidak di ketahui sistem pemerinrtahannya
c.Sri Baduga Maharaja
Dalam perang ,semua pasukan gugur beserta rajanya
d.Hyang Wuni Sora
menggantikan raja Sri Baduga Maharaja
e.Ratu Samian atau Prabu Surawisesa
Ia berkunjung ke Malaka dan meminta bantuan Portugis untuk membantu melawan Kerajaan Demak namun terlambat, dan akibatnya terputuslah hubungan dengan dunia luar.
f.Prabu Ratu Dewata
Pada masa pemerintahannya, terjadi serangan-serangan dari kerajaan Banten dan mengakibatkan runtuhnya kerajaan Hindi Panjajaran di Jawa Barat

KERAJAAN MAJAPAHIT
Suatu Kerajaan yang besar dan di segani oleh banyak bangsa.Kerajaan Majapahit pun tidak dapat dipisahkan dari sejarah kerajaan Sriwijaya.

Sumber Sejarah
-Prasasti Butak
-Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrama
-Kitab Pararaton dan Kitab Negarakertagama
Kehidupan Politik
a.Raden Wijaya
Ia memerintah pada tahun 1293 M, dan wafat pada tahun 1309.
b.Raja Jayanegara
Ia adalah anak laki-laki dari Raja Wijaya dan di angkat menjadi raja Majapahit pada tahun 1309.Pada masa pemerintahanya suram, karan penuh dengan pemberontakan yg datang dari Juru Demung,Biru ,Kuti dan Nambi.
c.Raja Hayam Wuruk
Seorang Raja yang mempunyai pandangan luas,cita-citanya di jalankan dengan tegas.ketika ibunda Hayam Wuruk meninggal, keadaan kerajaan menjadi suram
d.Raja Wikrama Wardhana
Suatu tradisi lisan menyatakan hancurnya kerajaan Majapahit akibat serangan dari pasukan Islam di bawah pimpinan Raden Patah,kerajaan Majapahit pun mengalami keruntuhan pada tahun 16 M
                                                   
Kemunduran Kerajaan Majapahit

Meletusnya perang Paregreg karena Wirabhumi tidak puas dengan pengangkatan Suhita menjadi raja menggantikan Raja Wikrama Wardhana. Dalam perang tersebut, Wirabhumi berhasil dikalahkan dan peristiwa ini menjadi dasar cerita Damarwulan – Minakdjinggo;

Contoh Laporan Praktikum Fisika : Mikrometer Sekrup dan Jangka Sorong

1.Judul
Mikrometer Sekrup dan Jangka Sorong

2.Tujuan
Membandingkan tingkat ketelitian mikrometer sekrup dengan jangka sorong.

3.Latar Belakang
Pengukuran merupakan hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Alat yang digunakan untuk mengukur ada banyak, diantaranya jangka sorong dan mikrometer sekrup. Percobaan ini dilakukan agar kita dapat membandingkan tingkat ketelitian mikrometer sekrup dan jangka sorong.

4.Dasar Teori
JANGKA SORONG
Jangka sorong adalah alat ukur yang memiliki tingkat ketelitian 0. 1 mm.
Fungsi jangka sorong :
-Mengukursuatu benda dari sisi luar dengan cara diapit
-Mengukur sisi dalam suatu benda ( biasanya berupa benda yang memiliki lubang )
-Mengukur kedalaman celah atau lubang pada suatu benda
MIKROMETER SEKRUP
Mikrometer sekrup adalah alat ukur yang memiliki tingkat ketelitian 0.01 mm.
Fungsi mikrometer sekrup :
Mengukur kedalaman suatu benda
 http://www.jessicacindy97.blogspot.com
5.Alat dan Bahan
Alat      :                                   Bahan  :
-Mikrometer sekrup                -Gantungan kunci kayu
-Jangka Sorong                      -Tempat isi pensil mekanik
                                                -Pensil
                                                -Buku tulis
                                                -Gantungan kunci logam

6.Cara Kerja
  
a.Menyiapkan alat dan bahan
b.Mengukur benda dengan jangka sorong :
- Menjepit benda dengan cara menggeser rahang sorong bawah agar benda terjepit dengan rahang tetap bawah.
- Mengencangkan rahang sorong bawah dengan memutar tombol kunci agar menda tidak terlepashttp://www.jessicacindy97.blogspot.com
- Membaca skala utama, yaitu angka yang ada sebelum angka 0.
- Membaca skala nonius, yaitu angka pada skala nonius yang berhimpit dengan angka skala utama.
- Menyamakan satuan antara skala utama dan skala nonius ( misal : dalam milimeter, atau dalam sentimeter )
- Menuliskan hasil bacaan skala utama dan nonius
- Menjumlahkan bacaan skala utama dan skala nonius, sehingga mendapat hasil ukuran benda
c.Mengukur benda dengan mikrometer sekrup
- Menjepit benda ( seperti pada gambar ) dengan cara memutar selubung luar.
- Membaca skala utama (angka yang ada sebelum selubung luar)
- Membaca skala nonius ( garis pada skala utama yang berhimpit pada garis di selubung luar)http://www.jessicacindy97.blogspot.com
- Menuliskan hasil bacaan skala utama dan nonius
- Menjumlahkan bacaan skala utama dan nonius, sehingga mendapat hasil ukuran benda.
d.Mengulangi langkah b dan c untuk benda-benda selanjutnya

7.Hasil Pengamatan
No
Bahan
Hasil Bacaan
 Jangka Sorong
 Mikrometer Skrup
1
Gantungan kunci kayu
Su : 0.5    cm
Sn : 0.00  mm
Su : 5.5    mm
Sn : 0.020mm
2
Tempat isi pensil
Su : 0.5    cm
Sn : 0.55  mm
Su : 5.0    mm
Sn : 0.032mm
3
Pensil
Su : 0.6    cm
Sn : 0.85  mm
Su : 6.5    mm
Sn : 0.017mm
4
Buku tulis
Su : 0.3    cm
Sn : 0.9    mm
Su : 3.0    mm
Sn : 0.07  mm
5
Gantungan kunci logam
Su : 0.2    cm
Sn : 0.1    mm
Su : 2.5    mm
Sn : 0.042mm

8.Pengolahan data
 http://www.jessicacindy97.blogspot.com

No
Bahan
Mikrometer Sekrup
Jangka Sorong
1
Gantungan kunci kayu
Su : 5.5    mm
Sn : 0.020mm

Hasil
Su + Sn
= 5.5 mm + 0.020 mm
= 5.52 mm
Su : 0.5    cm     = 5.0 mm
Sn : 0.00  mm

Hasil
Su + Sn
= 5 mm + 0.00 mm
= 5.00 mm
2
Tempat isi pensil




Su : 5.0    mm
Sn : 0.032mm


Hasil
Su + Sn
= 5.0 mm + 0.032 mm
= 5.032 mm
Su : 0.5    cm    = 5.0 mm
Sn : 0.55  mm


Hasil
Su + Sn
= 5 mm + 0.55 mm
= 5.55 mm
3
Pensil
Su : 6.5    mm
Sn : 0.017mm

Hasil
Su + Sn
= 6.5 mm + 0.017 mm
= 6.517 mm
Su : 0.6    cm     = 6.0mm
Sn : 0.85  mm

Hasil
Su + Sn
= 6 mm + 0.85 mm
= 6.85 mm
4
Buku tulis
Su : 3.0   mm
Sn : 0.07  mm

Hasil
Su + Sn
= 3.0 mm + 0.07 mm
= 3.07 mm

Su : 0.3    cm     = 3 mm
Sn : 0.9    mm

Hasil
Su + Sn
= 3 mm + 0.9 mm
= 3.9 mm
5
Gantungan kunci kayu
Su : 2.5    mm
Sn : 0.042mm

Hasil
Su + Sn
= 2.5 mm + 0.042 mm
= 2.542 mm
Su : 0.2    cm     = 2.0 mm
Sn : 0.1    mm

Hasil
Su + Sn
= 2 mm + 0.1 mm
= 2.1 mm
 http://www.jessicacindy97.blogspot.com
9.Kesimpulan

Hasil pengukuran dengan menggunakan mikrometer sekrup lebih teliti daripada pengukuran dengan menggunakan jangka sorong.

Rangkuman Biologi : Sistem Gerak

Sistem Gerak
( Rangka )

RANGKA
1)    Berdasarkan susunan, rangka dibedakan menjadi :
a.    Aksial
v  Tengkorak
Bagian kepala
Tulang dahi, tulang pariental, tulang kepala belakang, tulang baji, tulang tapis, dan tulang pelipis.
Bagian muka
tulang rahang atas, tulang rahang bawah, tulang pipi, tulang langit-langit, tulang hidung, tulang air mata, dan tulang lidah.
v  Bagian badan
Tulang Belakang
Tulang Dada ; terdiri dari 3 bagian, yaitu hulu ( manubrium ), badan, dan taju pedang ( xiphoid processus ).
Tulang rusuk ; terdiri dari 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu, dan 2 pasang tulang rusuk melayang.http://www.jessicacindy97.blogspot.com
Gelang bahu dan gelang panggul ; terdiri dari tulang selangka ( klavikula ) dan tulang belikat ( skapula ). Gelang panggul terdiri dari tulang usus ( ilium ) , tulang duduk ( ischium ), dan tulang kemaluan ( pubis ).

b.    Apendikular
v  Anggota gerak atas
Meliputi tulang lengan atas ( humerus ), tulang hasta ( ulna ), tulang pengumpil ( radius ), tulang pangkal tangan ( karpus ), tulang telapak tangan ( metakarpus ), dan jari tangan ( falang ).
v  Anggota gerak bawah
Meliputi tulang paha ( femur ), tulang tempurung lutut ( patella ), tulang betis ( fibula ), tulang kering ( tibia ), tulang pangkal kaki ( tarsal ), tulang telapak kaki ( metatarsus), dan tulang jari kaki ( falang ).

2)    Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi :
a.    Tulang pipa
Berbentuk seperti pipa, yaitu bulat, memanjang, dan bagian tengahnya berlubang. Contohnya tulang lengan, tulang paha, tungkai, dan ruas-ruas tulang jari.
Tulang pipa dibagi menjadi 3 bagian :
Epifisis ; kedua ujung yang bersendian dengan tulang lain.
Diafisis ; bagian tengah
Cakra epifisis ; antara epifisis dan diafisis

b.    Tulang pipihhttp://www.jessicacindy97.blogspot.com
Berbentuk pipih, terdiri atas lempengan tulang kompak dan tulang spons.
Contohnya tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul, dan tulang dahi.

c.    Tulang pendek
Berbentuk bulat dan pendek. Contohnya adalah tulang-tulang pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan dan telapak kaki, serta ruas-ruas tulang belakang.

3)    Berdasarkan jenisnya, tulang dapat dibedakan menjadi :
a.    Tulang Keras
Sel penyusunnya adalah osteosit. Matriks banyak mengandung zat kapur.

b.    Tulang rawan
Sel penyusunnya adalah kondrosit. Matriks banyak mengandung zat perekat.

4)    Hubungan antar tulang ( Artikulasi / Sendi )
a.    Sinartrosis
Adalah hubungan antara kedua ujung tulang yang direkatkan oleh suatu jaringan ikat, yang kemudian mengalami osifikasi ( penulangan ), sehingga tidak memungkinkan adanya gerakan.
Terdapat 2 jenis sinartrosis, yaitu :
Sinkondrosis ; hubungan antartulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin.
Sutura ; hubungan antartulang yang dihubungkan oleh jaringan ikat serabut padat.

b.    Amfiartrosis
Bentuk hubungan antara kedua ujung tulang yang dihubungkaan dengan jaringan kartilago ( tulang rawan ), sehingga memungkinkan tetap adanya sedikit gerakan.

c.    Diartrosis
Adalah hubungan antara tulang yang satu dengan yang lain tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga memungkinkan terjadinya gerakan tulang secara lebih bebas.

Menurut arah geraknya, persendian dibedakan menjadi :
v  Sendi Peluru
Disebut sendi peluru karena dari hubungan dua tulang tersebut dapat terjadi gerakan ke segala arah. Hal ini disebabkan bagian bonggol sendi yang bentuknya seperti bola atau peluru masuk ke dalam cawan sendi dari tulang yang lain. Contoh : hubungan antara tulang gelang bahu dengan tulang lengan atas, dan hubungan antara gelang panggul dengan tulang paha.

v  Sendi Engsel http://www.jessicacindy97.blogspot.com
Disebut sendi engsel karena arah geraknya hanya satu arah, seperti engsel pintu. Misalnya hubungan tulang atau sendi pada siku dan pada lutut.

v  Sendi Pelana
Disebut sendi pelana karena dari hubungan dua tulang tersebut, tulang yang satu dapat bergerak ke dua arah seperti orang yang naik kuda di atas pelana. Contoh hubungan antara pergelangan tangan dan tulang ibu jari.

v  Sendi Putar
Disebut sendi putar karena dari hubungan tulang tersebut, tulang yang satu dapat berputar mengitari tulang yang lain. Misalnya hubungan antara tulang atlas dan tulang pemutar ( tulang aksis ) sehingga kepala kita dapat bergerak berputar, juga hubungan antara tulang hasta dan pengumpil.http://www.jessicacindy97.blogspot.com

v  Sendi luncur atau geser
Disebut sendi luncur karena dari hubungan antara dua tulang tersebut hanya terjadi sedikit pergeseran. Contohnya adalah sendi pada tulang-tulang telapak tangan dan telapak kaki.

v  Sendi kondiloid

Terjadi di antara dua tulang yang permukaannnya berbentuk oval. Contohnya adalah hubungan telapak tangan dan ruas jari tangan, serta pada sendi pergelangan tangan.

Sistem Pencernaan Pada Manusia

Sistem Pencernaan Pada manusia
1.Mulut
Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Pencernaan di dalam mulut dilakukan secara mekanis dan kimiawi. Terdapat beberapa alat yang berperan
dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (glandula salivales).

a.Gigi
Gigi berfungsi sebagai alat pencernaan mekanis. Gigi membantu memecah makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu
enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan perkembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi dimulai saat usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi susu (dens lakteus). Pada anak berusia 6 tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
1) Gigi seri (dens insisivus)
Berjumlah 8 buah, berfungsi memotong makanan.
2) Gigi taring (dens caninus)
Berjumlah 4 buah, berfungsi merobek makanan.
3) Gigi geraham kecil (dens premolare)
Berjumlah 8 buah, berfungsi mengunyah makanan.

Struktur luar gigi terdiri atas bagian-bagian berikut.
1) Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak dari luar.
2) Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
3) Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung oleh gusi.

Adapun penampang gigi dapat diperlihatkan bagian-bagiannya sebagai berikut.
1) Email (glazur atau enamel) merupakan bagian terluar gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh, mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.
2) Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email, tersusun atas zat dentin.
3) Sumsum gigi (pulpa), merupakan bagian yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
4) Semen merupakan pelapis bagian dentin yang masuk ke rahang.

b. Lidah
Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk membantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah saat makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan.
Lidah dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir(mukosa).

c. Kelenjar ludah
Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut, yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula sublingualis atau glandula submandibularis.

Setelah makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah berperan secara kimiawi dalam proses membasahi dan membuat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan. Ludah terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini menguraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur disebut bolus.

2.Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yangtipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Fungsi kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung. Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan licin. Keadaan ini mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara memanjang dan melingkar.

3.Lambung
Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan. Lambung terdiri atas tiga bagian sebagai berikut.
a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang berbatasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan atau tengah lambung.
c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan usus halus.

Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang terletak pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat beregenerasi bila cidera. Getah lambung mengandung bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas air. Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan lipase.
Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.
a. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin
b. Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga mulut.
c. Mengubah kelarutan garam mineral.
d. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat
membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama bolus.
e. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung
dan usus dua belas jari.
f. Merangsang sekresi getah usus.
Enzim rennin
berfungsi mengendapkan kasein atau protein susu dari air susu.
Enzim Pepsin
Berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi molekul-
molekul peptida.
Lipase
Berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

4. Usus halus
Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap proses penyerapan makanan.

Usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:
a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.
Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk membantu proses pencernaan kimiawi ini. Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam dinding usus halus mampu menghasilkan getah pencernaan. Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan empedu, getah pankreas, dan getah usus.

a.Cairan Empedu
Cairan empedu berwarna kuning kehijauan, 86% berupa air, dan tidak mengandung enzim. Akan tetapi, mengandung mucin dan garam empedu yang berperan dalam pencernaan makanan.
Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan berikut.
1) Air
berguna sebagai pelarut utama.
2) Mucin
berguna untuk membasahi dan melicinkan duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
3) Garam empedu
mengandung natrium karbonat yang mengakibatkan empedu bersifat alkali. Garam empedu juga berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak dan air (mengemulsikan lemak). Cairan ini dihasilkan oleh hati. Dalam sistem pencernaan, hati berfungsi:
-sebagai pembentuk empedu
-Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah dan penyerapan unsur besi dari darah yang telah rusak.
-membentuk darah pada janin atau pada keadaan darurat, pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke peredaran darah serta pengaturan suhu tubuh.
Dalam proses pencernaan ini, empedu berperan dalam proses pencernaan lemak, yaitu sebelum
lemak dicernakan, lemak harus bereaksi dengan empedu terlebih dahulu. Selain itu, cairan empedu berfungsi menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang gerak peristaltik usus.

b. Getah Pankreas
Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas. Pankreas ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormone insulin. Insulin ini berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan mencegah diabetes melitus.
Dalam pancreas terdapat tiga macam enzim, yaitu :
lipase yang membantu dalam pemecahan lemak
tripsin membantu dalam pemecahan protein
amilase membantu dalam pemecahan pati.

c. Getah Usus
Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung enzim-enzim seperti berikut.
1) Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
2) Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
3) Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
4) Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino.

5. Usus besar
Terdiri atas bagian kolon dan rektum.
 Fungsi usus besar yaitu:
-menyimpan dan eliminasi sisa makanan
-menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dengan cara menyerap air 
-mendegradasi bakteri

Rektum berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses.

6.Anus
Fungsi anus adalah untuk mengeluarkan feses.

PROSES PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA
Pertama-tama, pencernaan dilakukan oleh mulut. Disini dilakukan pencernaan mekanik yaitu proses mengunyah makanan menggunakan gigi dan pencernaan kimiawi menggunakan enzim ptialin (amilase). Enzim ptialin berfungsi mengubah makanan dalam mulut yang mengandung zat karbohidrat (amilum) menjadi gula sederhana (maltosa). Maltosa mudah dicerna oleh organ pencernaan selanjutnya. Enzim ptialin bekerja dengan baik pada pH antara 6,8 – 7 dan suhu 37oC.
Makanan selanjutnya dibawa menuju lambung dan melewati kerongkongan. Makanan bisa turun ke lambung karena adanya kontraksi otot-otot di kerongkongan. Di lambung, makanan akan melalui proses pencernaan kimiawi menggunakan zat/enzim sebagai berikut:
·                     Renin, berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
·                     Pepsin, berfungsi untuk memecah protein menjadi pepton.
·                     HCl (asam klorida), berfungsi untuk mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus.
·                     Lipase, berfungsi untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit. 
Setelah makanan diproses di lambung yang membutuhkan waktu sekitar 3 – 4 jam, makanan akan dibawa menuju usus dua belas jari. Pada usus dua belas jari terdapat enzim-enzim berikut yang berasal dari pankreas:
1.            Amilase. Yaitu enzim yang mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula lebih sederhana (maltosa).
2.            Lipase. Yaitu enzim yang mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
3.            Tripsinogen. Jika belum aktif, maka akan diaktifkan menjadi tripsin, yaitu enzim yang mengubah protein dan pepton menjadi dipeptida dan asam amino yang siap diserap oleh usus halus.
Selain itu, terdapat juga empedu. Empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung di dalam kantung empedu. Selanjutnya, empedu dialirkan melalui saluran empedu ke usus dua belas jari. Empedu mengandung garam-garam empedu dan zat warna empedu (bilirubin). Garam empedu berfungsi mengemulsikan lemak. Zat warna empedu berwarna kecoklatan, dan dihasilkan dengan cara merombak sel darah merah yang telah tua di hati. Empedu merupakan hasil ekskresi di dalam hati. Zat warna empedu memberikan ciri warna cokelat pada feses.
Selanjutnya makanan dibawa menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi proses pencernaan kimiawi dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. Karbohidrat dicerna menjadi glukosa. Lemak dicerna menjadi asam lemak dan gliserol, serta protein dicerna menjadi asam amino. Jadi, pada usus dua belas jari, seluruh proses pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein diselesaikan. Selanjutnya, proses penyerapan (absorbsi) akan berlangsung di usus kosong dan sebagian besar di usus penyerap. Karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa, lemak diserap dalam bentuk asam lemak dan gliserol, dan protein diserap dalam bentuk asam amino. Vitamin dan mineral tidak mengalami pencernaan dan dapat langsung diserap oleh usus halus.
Makanan yang tidak dicerna di usus halus, misalnya selulosa, bersama dengan lendir akan menuju ke usus besar menjadi feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Escherichia coli. Bakteri ini membantu dalam proses pembusukan sisa makanan menjadi feses. Selain membusukkan sisa makanan, bakteri E. coli juga menghasilkan vitamin K. Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sisa makanan dalam usus besar masuk banyak mengandung air. Karena tubuh memerlukan air, maka sebagian besar air diserap kembali ke usus besar. Penyerapan kembali air merupakan fungsi penting dari usus besar.
Selanjutnya sisa-sisa makanan akan dibuang melalui anus berupa feses. Proses ini dinamakan defekasi dan dilakukan dengan sadar.


Sumber :