Wednesday, October 16, 2013

Contoh Praktikum Biologi : Struktur Anatomi Akar, Batang, Daun Dikotil dan Monokotil

PENDAHULUAN                                                       

A.      Latar Belakang
Tumbuhan memiliki bagian-bagian khusus yang masing-masing memiliki fungsi tersendiri yang melengkapi satu sama lain. Saya melakukan pengamatan ini dengan bertujuan mengetahui perbedaan antara strukrut anatomi akar, batang, dan daun antara tanaman monokotil dan dikotil.
B.      Rumusan Masalah
Bagaimana perbedaan antara struktur anatomi akar, batang, dan daun antara tanaman dikotil dan monokotil?

C.      Tujuan Pengamatan
Mengetahui perbedaan antara struktur anatomi akar, batang, dan daun antara tanaman dikotil dan monokotil.

D.      Manfaat Penelitian
Mampu membedakan struktur akar, batang, dan daun antara tanaman dikotil dan monokotil.
Menambah wawasan serta pengetahuan mengenai tumbuhan.
KAJIAN TEORI
Organ Pada Tumbuhan

1.       Akar
Akar merupakan tempat masuknya air dan mineral dari tanah menuju ke seluruh bagian tumbuhan. Akar juga berfungsi untuk melekatkan dan menopang tubuh tumbuhan agar kokoh.

Struktur anatomi akar
a.       Epidermis
Sel epidermis akar berbentuk pipih dan berdinding tipis. Sel-sel epidermis pada akar mengalami modifikasi menjadi rambut akar. Fungsi rambut akar yaitu memperluas bidang penyerapan air.
b.      Korteks
Merupakan daerah antara epidermis dengan silinder pusat. Korteks berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
c.       Endodermis
Endodermis terdiri dari selapis sel-sel yang tebal, yang menandai batas korteks. Fungsi endodermis adalah mengatur jalannya larutan yang diserap ke silinder pusat. Pada sel endodermis muda terdapat penebalan dinding oleh zat suberin atau lignin mengelilingi dinding radial. Penebalan tersebut membentuk rangkaian berbentuk pita. Penebalan ini disebut pita caspary. http://www.jessicacindy97.blogspot.com
d.      Silinder Pusat ( stele )
Stele pada akar tersusun oleh jaringan-jaringan pengangkut xilem, floem, dan perisikel. Pada tumbuhan dikotil, xilem terletak di pusat akar (seolah-olah membentuk bintang atau huruf x ). Pada tumbuhan monokotil, xilem primer terletak berselang-seling dengan floem primer, dengan letak xilem lebih kedalam dari floem.

2.       Batang
Batang merupakan bagian tumbuhan yang berada di permukaan tanah. Batang berfungsi sebagai tempat duduk daun, sarana lintasan air, mineral, dan makanan antarbagian tumbuhan, yaitu antarakar, batang, dan daun.

Struktur anatomi batang
Semua tumbuhan memiliki struktur primer, yaitu struktur jaringan yang terbentuk saat awal pertumbuhan batang pada ujung batang. Tetapi hanya tumbuhan dikotil yang memiliki struktur sekunder kambium sehingga dapat terjadi pertumbuhan sekunder.

a.       Struktur primer batang
·         Struktur primer batang monokotil
Terdiri dari epidermis pada bagian luar, dan pada bagian dalam terdiri atas ikatan pembuluh, empulur, dan sklerenkima. Ikatan pembuluh pada struktur primer batang monokotil tersebar acak hingga ke empulur, sehingga korteks dan silinder pusat tidak tampak.

·         Struktur primer batang dikotil
Epidermis ; merupakan jaringan berbentuk sel pipih yang berfungsi melindungi jaringan di dalamnya.
Korteks ; jaringan yang terletak di bawah epidermis, berfungsi menyimpan cadangan makanan.
Stele atau silinder pusat ; merupakan bagian terdalam dari batang.
Xilem primer ; jaringan yang terbentuk pada pertumbuhan primer. Fungsinya adalah mengangkut air dan mineral.http://www.jessicacindy97.blogspot.com
Floem primer ; berfungsi mengangkut zat hasil fotosintesis dari daun ke bagian lain tumbuhan.
Kambium vaskular ; terletak di antara jaringan xilem dan floem. Pembelahan ke luar akan membentuk floem sekunder, sedangkan ke arah dalam akan membentuk xilem sekunder.
Empulur ; bagian dalam dari batang yang tersusun oleh sel-sel parenkima sebagai tempat penyimpanan makanan.

b.      Struktur sekunder batang
Floem sekunder ; merupakan jaringan floem yang letaknya lebih dalam dari floem primer, yang dibentuk oleh kambium ke arah luar.
Xilem sekunder ; merupakan jaringan xilem yang dibentuk oleh jaringan kambium ke arah dalam.
Gabus dan kambium gabus ; gabus merupakan jaringan yang dibentuk oleh felogen (kambium gabus) ke arah luar, sedangkan ke arah dalam felogen akan membentuk feloderma atau parenkima gabus.

3.       Daun
Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berbentuk lembaran pipih, berwarna hijau. Daun berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis.

Struktur anatomi daun
a.       Epidermis
Epidermis daun mengandung sel-sel kipas dan stomata yang terdapat pada kedua permukaan atau di permukaan bawah saja. Epidermis atas termodifikasi membentuk lapisan kutikula atau lilin.
b.      Jaringan dasar ( mesofil )
Terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah. Mesofil merupakan daerah utama tempat terjadinya fotosintesis. Mesofil terdiferensiasi menjadi parenkima palisade dan parenkima spons. Sel-sel palisade bentuknya memanjang, mengandung banyak kloroplas dan  tersusun rapat. Parenkima spons bentuknya tidak teratur, bercabang, mengandung lebih sedikit kloroplas, dan tersusun renggang.
c.       Berkas pengangkuthttp://www.jessicacindy97.blogspot.com
Terdapat di tulang daun dan mempunyai susunan seperti berkas pengangkut pada batang.

METODE PENGAMATAN

A.      Alat dan Bahan
Alat :
·         Mikroskop
·         Kaca objek dan penutup
·         Silet
Bahan :
·         Preparat akar, batang, dan daun dikotil
·         Tumbuhan rumput yang segar

B.      Langkah kerja
a.       Menyiapkan alat dan bahan
b.      Menaruh preparat akar dikotil pada meja objek
c.       Memutar makrometer dan mikrometer pada mikroskop agar mendapat pembesaran benda
d.      Mengamati hasilnya dan menuliskan hasil dalam tabel hasil pengamatan
e.      Mengulangi langkah b sampai d pada preparat batang dan daun dikotil
f.        Membuat sayatan pada akar rumput monokotil
g.       Menaruh sayatan akar di kaca objek
h.      Meneteskan air ke sayatan akar yang sudah dibuat
i.         Menutup sayatan akar dengan menggunakan penutup
j.        Mengamati hasilnya dan menuliskan hasil ke dalam tabel pengamatan
k.       Mengulangi langkah f sampai j untuk batang dan daun monokotil


DATA DAN KESIMPULAN

Tabel hasil pengamatan


Akar

Pembeda
Dikotil
Monokotil
Letak berkas pengangkut
Berselang seling, bersifat kolateral terbuka
Tidak teratur, bersifat kolateral tertutup
Ada tidak nya kambium
Ada
Tidak ada
Perisikel
Selapis sel
Beberapa lapis sel

Batang

Pembeda
Dikotil
Monokotil
Empulur
Empulur dapat dilihat dengan jelas
Empulur dan korteks tidak dapat dilihat dengan jelas
Letak berkas pengangkut
Berselang seling, bersifat kolateral terbuka
Tidak teratur, bersifat kolateral tertutup
Ada tidaknya kambium
Ada
Tidak ada

Daun
http://www.jessicacindy97.blogspot.com
Pembeda
Dikotil
Monokotil
Ada tidaknya kambium
Ada
Tidak ada
Letak berkas pengangkut
Berselang seling, bersifat kolateral terbuka
Tidak teratur, bersifat kolateral tertutup


PENUTUP
Kesimpulan
Pada akar dikotil, letak xilem dan floem berdampingan. Di antara xilem dan floem terdapat kambium. Selain itu perisikel terdiri atas selapis sel. Sedangkan pada akar dikotil, letak xilem dan floem tidak beraturan dan tidak terdapat kambium. Perisikel terdiri atas beberapa lapis sel.http://www.jessicacindy97.blogspot.com
Pada batang dikotil, letak xilem dan floem bersifat kolateral terbuka ( di antara xilem dan floem terdapat kambium). Empulur dapat dilihat dengan jelas. Pada batang monokotil, letak xilem dan floem tidak beraturan, serta tidak terdapat kambium.

Pada daun dikotil, terdapat kambium dan xilem dan floem bersifat kolateral terbuka. Pada  daun monokotil, tidak terdapat kambium dan letak xilem dan floem tidak beraturan. 

6 comments: