Thursday, March 19, 2015

Contoh Laporan Praktikum Kimia : Indikator Universal

1.      Judul
Indikator Asam Basa Dengan Menggunakan Larutan Indikator

2.      Tujuan
Dapat menunjukkan mana larutan yang merupakan asam, basa, dan netral.

3.      Latar Belakang
Ada berbagai macam zat di sekitar kita. Berdasarkan sifat asam dan basanya, larutan digolongkan menjadi larutan asam, larutan basa, dan larutan netral. Laporan ini bertujuan agar kita dapat menunjukkan mana larutan yang merupakan asam, basa, dan netral. Selain itu, diharapkan dengan disusunnya laporan ini, akan menambah wawasan kita mengenai asam dan basa. http://www.jessicacindy97.blogspot.com

4.      Dasar Teori
Menurut Arhennius :
Asam   : zat yang dalam air dapat melepaskan ion H+
Basa    : senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida ( OH- )
Menurut Bronsted-Lowry:
Asam   : donor proton
Basa    : akseptor proton
            Menurut Lewis :
Asam   : akseptor pasangan elektron
Basa    : donor pasangan elektron
            Untuk mengetahui suatu larutan bersifat asam, basa, atau netral, dapat dilakukan dengan 3 cara berikut :
1.      Identifikasi larutan dengan larutan indikator
Larutan indikator adalah larutan kimia yang akan berubah warna dalam lingkungan tertentu. Terdapat 4 jenis larutan indikator, yaitu :
-          Fenolpthaelin ( kisaran pH : 8,3 – 10 )
Fenolpthaelin + larutan asam à tidak berwarna / tetap
Fenolpthaelin + larutan basa à merah muda / pink
Fenolpthaelin + larutan netral à tidak berwarnahttp://www.jessicacindy97.blogspot.com
-          Metil merah ( kisaran pH : 4,4 – 6,2 )
Metil merah + larutan asam à merah
Metil merah + larutan basa à kuning
Metil merah + larutan netral à kuning
-          Metil jingga / oranye ( kisaran pH : 3,1 – 4,4 )
Metil jingga + larutan asam à merah
Metil jingga + larutan basa à kuning
Metil jingga + larutan netral à kuning
-          Bromtimol biru ( kisaran pH : 6 – 8 )
Bromtimol biru + larutan asam à kuning
Bromtimol biru + larutan basa à biru
Bromtimol biru + larutan netral à biru agak kuning


2.      Identifikasi larutan dengan kertas lakmus
-          Kertas lakmus biru
Di dalam larutan asam akan berwarna merah dan di dalam larutan basa atau netral akan berwarna biru ( tidak berubah )
-          Kertas lakmus merah
Di dalam larutan asam atau netral akan berwarna merah dan didalam larutan basa akan berwarna biru.
3.      Identifikasi larutan dengan bahan alami
Contoh :
-          Kulit manggis ( ekstrak )http://www.jessicacindy97.blogspot.com
Ekstrak kulit manggis yang berwarna ungu akan berubah menjadi cokelat kemerahan dalam larutan asam dan berubah menjadi warna biru kehitaman dalam larutan basa.
-          Kembang sepatu ( ekstrak )
Ekstrak kembang sepatu yang berwarna merah akan tetap berwarna merah jika ditambahkan ke dalam larutan asam dan jika ditambahkan ke dalam larutan basa akan berubah warna menjadi kuning kehijauan.

5.      Alat dan Bahan
Alat :
Bahan :
§ Gelas ukur
§  Larutan metil blue
§  Air sabun
§ Pipet
§  Larutan metil orange
§  Obat maag
§ Tabung reaksi
§  Fenolptealin
§  Asam cuka
§ Indikator universal
§  Pemutih


§  HCl


§  Asam Sulfat ( H2SO4)


6.      Langkah Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Menyiapkan 18 tabung reaksi : 6 tabung A, 6 tabung B, dan 6 Tabung C
3.      Meneteskan pemutih ke dalam 3 tabung reaksi yang berbeda ( Tabung A, Tabung B, Tabung C ) dengan menggunakan pipet.
4.      Mencari pH pemutih dengan menggunakan indikator universal.
5.      Meneteskan tabung A ( pemutih ) dengan larutan metil blue dan menggunakan pipet, lalu mengamati perubahan warna yang terjadi dan menuliskannya dalam tabel hasil pengamatan.
6.      Meneteskan tabung B ( pemutih ) dengan larutan metil oranye dan menggunakan pipet, lalu mengamati perubahan warna yang terjadi dan menuliskannya dalam tabel hasil pengamatan.
7.      Meneteskan tabung C ( pemutih ) dengan larutan Fenolpthaelin dan menggunakan pipet, lalu mengamati perubahan warna yang terjadi dan menuliskannya dalam tabel hasil pengamatan.
8.      Mengulangi langkah 3-7 untuk larutan-larutan lain.
9.      Mengukur pH obat maag. Setelah itu, meneteskan obat maag dengan HCl dan mengukur pH campurannya.http://www.jessicacindy97.blogspot.com
10.  Mencatat hasilnya dalam hasil pengamatan.

7.      Hasil Pengamatan
No
Larutan yang Diuji
Warna asli
pH
Perubahan Warna
Metil Blue
Metil Oranye
Fenolpthaelin
1
Pemutih
Putih bening
14
Biru
Oranye muda
Pink bening
2
HCl
Putih bening
1
Biru kehijauan
Merah tua
Tetap
3
Asam Sulfat
Putih bening
1
Biru kehijauan
Merah tua
Tetap

4
Air sabun
Putih keruh
10
Biru
Oranye gelap
Pink tua
5
Obat maag
Putih
9
Biru muda
Oranye muda
Tetap
6
Asam Cuka
Bening
2
Biru kehijauan
Merah bening
bening
            Keterangan :
a.       Pemutih
Sesuai dengan dasar teori, warna pink bening yang ditunjukkan oleh Fenolpthaelin menunjukkan bahwa pH pemutih > 10 ( basa ) .
b.      HCl
Sesuai dengan dasar teori, warna merah tua ( ditetesi metil oranye ) menunjukkan bahwa larutan bersifat asam.http://www.jessicacindy97.blogspot.com
c.       Asam Sulfat
Sesuai dengan dasar teori, warna merah tua ( ditetesi metil oranye ) menunjukkan bahwa larutan bersifat asam.
d.      Air sabun
Sesuai dengan dasar teori, warna pink tua yang ditunjukkan oleh Fenolpthaelin menunjukkan bahwa pH pemutih > 10 ( basa ) .
e.       Obat maag
Obat maag bersifat basa karena memiliki pH > 7
f.       Asam Cuka
Sesuai dengan dasar teori, warna merah bening ( ditetesi metil oranye ) menunjukkan bahwa larutan bersifat asam.

8.      Kesimpulan

Pemutih, air sabun, dan obat maag bersifat basa. Asam sulfat, HCl dan asam cuka bersifat asam. Dalam percobaan ini, tidak ada larutan yang bersifat netral.http://www.jessicacindy97.blogspot.com

Contoh Laporan Praktikum Kimia : Indikator Asam Basa

1.       Judul
Indikator Asam - Basa

2.       Tujuan
Dapat membedakan mana ekstrak yang bersifat basa, asam, dan netral.

3.       Latar Belakang
Laporan ini disusun guna memenuhi tugas praktikum Kimia bab 5 yaitu “Larutan Asam dan Basa”. Selain itu, laporan ini juga disusun untuk menambah wawasan kita mengenai ekstrak dari bunga-bunga yang bersifat asam, basa, ataupun netral. http://www.jessicacindy97.blogspot.com

4.       Dasar Teori
Berkaitan dengan sifat asam dan basa, larutan dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu bersifat asam, bersifat basa, dan bersifat netral. Larutan asam mempunyai rasa masam dan bersifat korosif ( merusak logam, marmer, dan berbagai bahan lainnya ), sedangkan larutan basa berasa agak pahit dan bersifat kaustik ( licin ). Tetapi tidak semua larutan aman untuk dicicipi, contohnya asam sulfat yang dapat menyebabkan luka bakar yang serius.
Menurut Arhennius : http://www.jessicacindy97.blogspot.com
Asam     : zat yang dalam air dapat melepaskan ion H+
Basa       : senyawa yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida ( OH- )
Menurut Bronsted-Lowry:
Asam     : donor proton
Basa       : akseptor proton
                Menurut Lewis :
Asam     : akseptor pasangan electron
Basa       : donor pasangan electron

5.       Alat dan Bahan
Alat :
Bahan :
§  Mortar dan alu
§  Larutan cuka
§  Bunga Rowelia
§  Pipet
§  Sabun
§  Bunga Oranye
§  Tabung Reaksi
§  Air Akuades
§  Bunga kembang sepatu
§  Spatula
§  Kol ungu (secukupnya)
§  Bunga Asoka

§  Buah Bit (secukupnya)
§  Bunga Adenium

§  Bunga Tapak Dara
§  Bunga mawar tabur

6.       Langkah Kerja http://www.jessicacindy97.blogspot.com
1.       Menyiapkan alat dan bahan.
2.       Membuat larutan sabun, lalu mengaduk larutan tersebut dengan spatula agar tercampur seluruhnya.
3.       Memasukkan beberapa helai kelopak bunga mawar tabur ke dalam mortar.
4.       Menggerus kelopak bunga dengan menggunakan alu dan menambahkan sedikit air sehingga menghasilkan ekstrak.
5.       Memasukkan hasil ekstrak bunga mawar tabur ke dalam tabung reaksi A, B, dan C dengan menggunakan pipet.
6.       Mengamati warna ekstrak bunga mawar tabur dan menuliskannya dalam tabel hasil pengamatan.
7.       Meneteskan tabung A dengan air akuades ( menggunakan pipet ), mengamati perubahan warna yang terjadi, dan menuliskannya dalam tabel hasil pengamatan.
8.       Meneteskan tabung B dengan larutan cuka ( menggunakan pipet ), mengamati perubahan warna yang terjadi, dan menuliskannya dalam tabel hasil pengamatan.
9.       Meneteskan tabung C dengan larutan sabun ( menggunakan pipet ), mengamati perubahan warna yang terjadi, dan menuliskannya dalam tabel hasil pengamatan.
10.   Melakukan langkah 3-9 untuk kol ungu, buah bit, dan bunga-bunga lainnya.
  http://www.jessicacindy97.blogspot.com

7.       Hasil Pengamatan
No
Nama Bunga / bahan
Warna ekstrak
Warna ekstrak
Keterangan
+ aquades
+ larutan cuka
+ larutan sabun
1
Mawar tabur
Merah – oranye
Oranye bening
Merah terang
Merah darah (gelap)
NETRAL
2
Kol Ungu
Ungu gelap
Ungu
Pink
Biru tua
NETRAL
3
Kembang sepatu
Pink-ungu bening
Pink bening
Pink
Hijau
BASA
4
Asoka
Oranye
Oranye cerah
Merah terang
Kuning cokelat
NETRAL
5
Adenium
Cokelat kemerahan
Oranye
Merah-pink
Coklat
NETRAL
6
Bit
Ungu gelap
Ungu
Ungu kemerahan
Ungu kehitaman
NETRAL
7
Tapak dara
Violet
Violet
Pink
Hijau cerah
BASA
8
Bunga oranye
Oranye
Oranye
Oranye cerah
Oranye gelap
NETRAL
9
Rowelia
Kuning kecokelatan
Cokelat bening
Kuning kehijauan
Kuning-putih
NETRAL

8.       Kesimpulan

Jika ekstrak menunjukkan perubahan warna yang drastis dan jika ditetesi dengan larutan sabun berwarna hijau, maka ekstrak bersifat basa. Dalam hal ini, tidak ada larutan yang berubah warna drastic selain warna hijau, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada ekstrak yang bersifat asam. Ekstrak mawar tabur, kol ungu, asoka, adenium, bit, bunga oranye, dan rowelia bersifat netral, sedangkan ekstrak tapak dara dan kembang sepatu bersifat basa. http://www.jessicacindy97.blogspot.com